Selamat Datang di Web Juprani, S.Pd jangan lupa tinggalkan komentarnya semoga bermanfaat terima kasih... dan bagi yang butuh PTK silahkan hub saya

Cerita Rakyat - Kisah Cindelaras

iklan atas disini
Iklan tengah disini
Gimana kabar sahabat webjuprani.com, mudah-mudahan sehat ya.. sebelum nya ane ucapkan terima kasih banyak yang sudah setia berkunjung ke webjuprani.com, beberapa postingan terbaru ane tentang dongeng atau cerita rakyat, karena banyak email masuk ke ane semuanya minta di postingan tentang dongeng atau cerita rakyat, memang cerita tersebut banyak manfaatnya gan, selain bisa kita cerita kan kepada anak-anak kita, kita juga bisa mengulang sejarah cerita nenek moyang kita yang tentunya sudah melekat di benak kita dari kecil.

selian itu bagi sobat yang berfrofesi sebagai guru bisa juga sobat ceritakan dongeng tersebut kepada siswa-siswi sobat, melalui pelajaran bahasa Indonesia ataupun pelajaran lainnya, kemudian bagi sobat yang masih sekolah atau sebagai siswa terkadang mendapatkan tugas atau kliping mengumpulkan cerita-cerita rakyat indonesia, nah disinilah bisa sobat temukan...

kali ini sob, ane akan bahas tentang cerita Rakyat Tentang Cindelaras, bagaimakah Ceritanya dan siapakah Cindelaras itu ? Simak artikel nya Berikut ini yang webjuprani.com kutip dari dongeng kak rico

Pada zaman dahulu Raden Putra adalah seorang  raja Kerajaan Jenggala, dan Ia didampingi seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang cantik jelita. akan Tetapi, selir Raja Raden Putra tersebut memiliki sifat iri dan dengki terhadap sang permaisurinya. Sehingga Ia merencanakan suatu yang buruk kepada permaisuri. “Seharusnya, akulah yang menjadi permaisuri. Aku harus mencari akal untuk menyingkirkan permaisuri,” pikirnya.

Selir baginda tidak sendirian dalam menjalankan rencanya Ia berkomplot dengan seorang tabib istana. kemudian mengelabui raja dengan berpura-pura sakit parah. Tabib istana segera dipanggil. Sang tabib mengatakan bahwa ada seseorang yang telah menaruh racun dalam minuman tuan putri. “Orang itu tak lain adalah permaisuri Baginda sendiri,” kata sang tabib itu. Seketika Baginda menjadi murka mendengar penjelasan tabib istana. Ia segera memerintahkan patihnya untuk membuang permaisuri ke hutan.

Kemudian Sang patih segera membawa permaisuri yang sedang mengandung itu ke hutan belantara. akan tetapi sang patih yang bijak itu tidak mau membunuhnya. Rupanya sang patih sudah mengetahui niat jahat selir baginda. “Tuan putri tidak perlu khawatir, hamba akan melaporkan kepada Baginda bahwa tuan putri sudah hamba bunuh,” kata patih. Untuk mengelabui raja, sang patihpun menyiasati dengan  melumuri pedangnya dengan darah kelinci yang ditangkapnya. Raja menganggung puas ketika sang patih melapor kalau ia sudah membunuh permaisuri.

Setelah beberapa bulan berada di hutan dalam keadaan hamul besar, kemudian lahirlah anak sang permaisuri. Bayi itu diberikan nama Cindelaras. Cindelaras kecil kemudian tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan tampan. Sejak kecil ia sudah berteman dengan binatang penghuni hutan. Suatu hari, ketika sedang asyik bermain, seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur. “Hmm, rajawali itu baik sekali. Ia sengaja memberikan telur itu kepadaku.” Setelah ditunggunya selama 3 minggu, telur itu menetas. Cindelaras memelihara anak ayamnya dengan rajin. Anak ayam itu tumbuh menjadi seekor ayam jantan yang bagus dan kuat. Tapi ada satu keanehan pada ayam tersebut yaitu Bunyi kokok ayam jantan itu sungguh menakjubkan! “Kukuruyuk… Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra…”

Cindelaras sangat takjub dan kaget mendengar kokok ayamnya dan segera memperlihatkan pada ibunya. Lalu, ibu Cindelaras menceritakan asal usul mengapa mereka sampai berada di hutan. Mendengar cerita ibunya tersebut, Cindelaras bertekad untuk ke istana dan membeberkan kejahatan selir baginda kepada ayahnya. Hari itu Setelah di ijinkan ibundanya, Cindelaras pergi ke istana ditemani oleh ayam jantannya. Ketika dalam perjalanan ada beberapa orang yang sedang menyabung ayam. Cindelaras kemudian dipanggil oleh para penyabung ayam. “Ayo, kalau berani, adulah ayam jantanmu dengan ayamku,” tantangnya. “Baiklah,” jawab Cindelaras. Ketika diadu, ternyata ayam jantan Cindelaras bertarung dengan perkasa dan dalam waktu singkat, ia dapat mengalahkan semua lawannya. Setelah beberapa kali diadu, ayam Cindelaras tidak terkalahkan. Ayamnya benar-benar tangguh dan hebat

Berita tentang kehebatan ayam Cindelaras tersebar dengan cepat ke seluruh wilayah kerajaan. dan baginda raja Raden Putra pun mendengar berita itu. Hingga suatu hari, Raden Putra menyuruh hulubalangnya untuk mengundang Cindelaras ke istana. “Hamba menghadap paduka,” kata Cindelaras dengan santun. “Anak ini tampan dan cerdas, sepertinya ia bukan keturunan rakyat jelata,” pikir baginda. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras, ujar cindelaras

Kemudian Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. “Baiklah aku mengaku kalah. Aku akan menepati janjiku. Tapi, siapakah kau sebenarnya, anak muda?” Tanya Baginda Raden Putra dengan keingin tahuannya. Mendengar pertanyyan sang raja Cindelaraspun segera membungkuk seperti membisikkan sesuatu pada ayamnya. Tidak berapa lama kemudian ayamnya segera berbunyi. “Kukuruyuk… Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra…,” ayam jantan itu berkokok berulang-ulang. Raden Putra terperanjat mendengar kokok ayam Cindelaras. “Benarkah itu?” Tanya baginda keheranan. “Benar Baginda, nama hamba Cindelaras, ibu hamba adalah permaisuri Baginda.”

Bersamaan dengan itu, sang patih yang bijak yang dulu ditugaskan baginda raja untuk membunuh permaisuri segera menghadap dan menceritakan semua peristiwa yang sebenarnya telah terjadi pada permaisuri. “Aku telah melakukan kesalahan,” kata Baginda Raden Putra. “Aku akan memberikan hukuman yang setimpal pada selirku,” lanjut Baginda dengan murka. Kemudian, selir Raden Putra pun di buang ke hutan. Raden Putra segera memeluk anaknya dan meminta maaf atas kesalahannya Setelah itu, Raden Putra dan hulubalang segera menjemput permaisuri ke hutan.. Akhirnya Raden Putra, permaisuri dan Cindelaras dapat berkumpul kembali dan hidup bersama-sama di istana. Setelah Raden Putra meninggal dunia, Cindelaras menggantikan kedudukan ayahnya. Ia memerintah negerinya dengan adil dan bijaksana.

(SELESAI)

Nah itulah sob dongeng atau Cerita Rakyat Cerita Rakyat - Kisah Cindelaras , semoga dapat bermanfaat ya sob,,,, terima kasih telah berkunjung dan jangan lupa like fanspage Facebooknya webjuprani.com agar sobat tidak ketinggalan updaten terbaru nya, klik disini


Iklan bawah disini

Buku Tamu


Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini